Suasana Khidmat di Ruang Meeting UMNU Kebumen: PBI Gelar Rapat Evaluasi dan Susun Strategi Besar untuk Semester Gasal

KEBUMEN – Suasana berbeda terasa di Ruang Meeting Universitas Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen pada Selasa (28/7/2026). Tidak ada hiruk-pikuk mahasiswa atau rutinitas perkuliahan seperti biasa. Di dalam ruangan, sembilan orang duduk melingkar mengelilingi meja panjang. Tumpukan dokumen berserakan, layar laptop menyala terang, dan beberapa gelas kopi mulai dingin tak tersentuh di ujung meja. Mereka adalah para dosen tetap Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) yang tengah menggelar rapat rutin dengan agenda yang jauh dari kata rutin.
Rapat yang dimulai tepat pukul 09.00 WIB itu berlangsung dalam suasana hangat penuh kekeluargaan, namun tetap mengusung profesionalisme tinggi. Senyum dan canda ringan menyapa sebelum akhirnya seluruh peserta serius mencermati deretan agenda yang telah disusun. Rapat ini dihadiri oleh seluruh jajaran struktural Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia secara lengkap. Hadir, di antaranya, Kaprodi Muchlas Abror, Sekretaris Prodi Ririn Nurul Azizah, Bendahara Prissilia Prahesta Waningyun, serta Arum Yuliya Lestari yang memegang bidang Kemahasiswaan. Turut hadir pula Rosita Sofyningrum selaku Penjamin Mutu Internal Prodi, serta Eko Prasetyo dan Rissa Filyang yang bertanggung jawab pada bidang Humas dan Pusat Data. Selain dosen tetap, rapat kali ini juga mengundang dosen tidak tetap prodi, selain evaluasi, juga agar semua dosen di lingkungan PBI tetap memiliki visi yang sama untuk peningkatan kualitas. Kehadiran lengkap seluruh unsur struktural ini menjadi bukti nyata komitmen dan kekompakan prodi dalam memajukan PBI UMNU Kebumen.
Ketua Prodi Muchlas Abror membuka diskusi dengan mengulas secara mendalam hasil evaluasi capaian pembelajaran selama tahun ajaran 2025/2026 periode genap. Satu per satu mata kuliah ditelisik, mulai dari tingkat pemahaman mahasiswa terhadap materi linguistik hingga efektivitas metode pengajaran yang telah diterapkan. Ada rasa syukur karena sebagian besar indikator menunjukkan tren positif, namun juga terdapat sejumlah catatan kritis yang harus segera mendapat tindak lanjut. Evaluasi ini bukan sekadar laporan administratif, melainkan cermin untuk melihat sejauh mana prodi telah melahirkan lulusan yang kompeten dan siap terjun di dunia kerja.
Meski evaluasi menjadi agenda penting, perhatian utama rapat justru tertuju pada masa depan—tepatnya semester gasal 2026/2027 yang hanya tinggal menghitung hari. Para dosen mulai merancang peta jalan baru dan menyusun strategi agar pembelajaran tidak lagi terpaku pada ruang kelas. Diskusi semakin memanas ketika mereka membahas tiga agenda besar yang akan menjadi ikon prodi di semester mendatang.
Agenda pertama adalah Bulan Bahasa. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang hanya diisi dengan lomba puisi dan pidato, kali ini prodi berencana menghadirkan konsep yang lebih segar dan berdampak luas. “Rencana kami tahun ini, selain seminar nasional, adalah menghadirkan lomba menulis puisi bagi masyarakat umum dan mahasiswa yang nantinya akan menjadi buku antologi bersama. Hal itu karena kami ingin PBI UMNU dapat dikenal lebih luas."ujar Rosita, salah satu dosen PBI.
Agenda kedua menyangkut target capaian prodi secara umum. Tanpa tanggung-tanggung, mereka memasang target peningkatan jumlah publikasi ilmiah yang melibatkan dosen dan mahasiswa di jurnal-jurnal terakreditasi, serta dorongan untuk meraih indeks prestasi lulusan yang lebih tinggi. Semua ini bukanlah mimpi belaka, melainkan komitmen bersama yang harus diwujudkan. "Di tahun ajaran baru, kami tidak hanya berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pengajaran, melainkan juga kuantitas penelitian dan pengabdian sesuai dengan kebijakan baru dari LPM UMNU," terang Muchlas Abror, Kaprodi Pendidikan Bahasa Indonesia.
Di balik pembahasan-pembahasan besar itu, terdapat satu agenda teknis yang tak kalah penting, yakni persiapan laporan Beban Kerja Dosen (BKD). Dengan penuh keseriusan, para dosen saling mengingatkan untuk segera melengkapi data Tri Dharma Perguruan Tinggi, mulai dari aktivitas mengajar, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat. Semua harus tercatat rapi dan tepat waktu. Laporan BKD bukan sekadar urusan administratif, melainkan tolok ukur kinerja dan dedikasi setiap dosen yang akan dipertanggungjawabkan.
Rapat yang sedianya hanya berlangsung hingga siang hari itu akhirnya molor karena diskusi yang terus mengalir tanpa henti. Namun tak satu pun peserta terlihat lelah. Sebaliknya, energi baru justru terpancar dari raut wajah sembilan dosen yang hadir. Kehangatan dan kekompakan terasa begitu kental di antara mereka. Bukan sekadar kolega kerja, mereka adalah keluarga yang saling menguatkan. Di sela-sela diskusi serius, sesekali gelak tawa pecah mencairkan suasana, mengingatkan bahwa di tengah target-target besar, kebersamaan tetaplah fondasi utama yang tak pernah tergantikan.
Di penghujung pertemuan, suasana menjadi lebih haru dan penuh makna ketika Arum Yuliya Lestari,-bidang kemahasiswaan, menyampaikan pesan yang menggugah hati seluruh peserta. Dengan suara lirih namun penuh keyakinan, ia berkata, "Kami akan membawa prodi ini tumbuh dan berkembang semaksimal mungkin tanpa meninggalkan kehangatan dan kekompakan, karena PBI adalah rumah bagi kami dan bagi mahasiswa kami." Kalimat itu menggantung di udara, disambut dengan anggukan setuju dan senyuman hangat dari sembilan dosen yang hadir. Mereka percaya, pertumbuhan dan prestasi tidak akan berarti jika diraih tanpa kebersamaan. PBI bukan sekadar tempat mengajar, melainkan rumah kedua tempat berbagi ilmu, mimpi, dan perjuangan.
Muchlas Abror selaku Kaprodi pun menutup rapat dengan pesan penutup yang tak kalah menggugah, "Kita tidak sekadar mengajar, kita membentuk peradaban. Dan semua yang kita rencanakan hari ini adalah langkah kecil untuk melompat lebih tinggi." Semangat itu pun terbawa keluar ruangan, menyusuri koridor kampus, dan menggema di setiap sudut.
PBI UMNU Kebumen kini siap menyongsong semester gasal 2026/2027—bukan hanya sebagai tahun ajaran biasa, melainkan babak baru yang lebih berani, lebih kreatif, lebih bermakna, dan pastinya, tetap hangat penuh kekeluargaan. Dengan seluruh jajaran struktural yang solid dan kompak, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia optimistis dapat melahirkan lulusan-lulusan unggul yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga berkarakter dan berintegritas tinggi.