Hero Image
Thursday, 10 September 2026
Berita

Review Kampus Modular Modern, Mahasiswa Teknik Sipil UMNU Kebumen Kupas Tuntas Proses Pembangunan Super Cepat

26 May 2026 Admin
Review Kampus Modular Modern, Mahasiswa Teknik Sipil UMNU Kebumen Kupas Tuntas Proses Pembangunan Super Cepat

Inovasi pembangunan kampus modern kembali ditunjukkan oleh Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama Kebumen atau UMNU Kebumen. Kampus yang dikenal aktif menghadirkan pembelajaran berbasis praktik itu kini sukses membangun gedung modular modern dua lantai pertama di Kabupaten Kebumen hanya dalam waktu satu minggu.

Menariknya, proses perakitan bangunan tersebut dilakukan langsung oleh mahasiswa Teknik Sipil UMNU Kebumen sebagai bagian dari pembelajaran konstruksi modern berbasis praktik lapangan.

Bangunan modular yang baru menjalani soft launching pada 25 Mei 2026 itu kini menjadi perhatian banyak pihak karena menghadirkan konsep bangunan masa depan yang praktis, fleksibel, hemat biaya, serta nyaman digunakan.

Mahasiswa Semester 6 Teknik Sipil UMNU Kebumen, Fredy, menjelaskan bahwa konsep bangunan modular memiliki banyak keunggulan dibandingkan konstruksi konvensional.

“Ini merupakan bangunan modular pertama di Kebumen dari UMNU Kebumen. Salah satu kelebihannya, meskipun cuaca di luar sangat panas, kondisi di dalam ruangan tetap terasa sejuk,” ujarnya saat melakukan review bangunan modular kampus, Selasa (26/5/2026).

Menurut Fredy, sistem modular menggunakan metode pabrikasi, yakni komponen bangunan diproduksi terlebih dahulu sebelum dirakit di lokasi pembangunan. Konsep tersebut membuat proses pembangunan jauh lebih cepat dan efisien dibandingkan metode konvensional.

Gedung dua lantai itu terdiri dari sekitar 20 modul dengan ukuran masing-masing sepanjang 6 meter dan lebar 3 meter. Dengan desain yang fleksibel, bangunan modular dinilai cocok diterapkan untuk rumah tinggal modern maupun bangunan multifungsi lainnya.

“Untuk pasangan muda atau keluarga baru, dua sampai tiga modul sebenarnya sudah cukup menjadi rumah tinggal yang nyaman dan modern,” katanya.


Dari sisi konstruksi, bangunan modular UMNU Kebumen menggunakan rangka baja ringan tebal pada bagian atap. Sementara bagian lantai memakai material berkekuatan tinggi dengan ketebalan sekitar 1,5 sentimeter sehingga tetap kokoh saat digunakan.

Selain itu, sistem mechanical, electrical, dan plumbing (MEP) juga sudah dirancang secara terintegrasi pada setiap modul, termasuk saluran pembuangan air yang langsung tersambung ke bagian bawah bangunan.

Keunggulan lainnya, bangunan modular tidak membutuhkan fondasi besar seperti bangunan beton konvensional. Bangunan cukup berdiri di atas permukaan tanah yang rata dan stabil.

“Fondasinya tidak seperti bangunan beton biasa. Cukup menggunakan pasangan bata ringan dan kolom sederhana. Kekuatan utamanya justru berasal dari sistem modular itu sendiri,” jelas Fredy.

Ia menambahkan, konsep modular menjadi solusi pembangunan modern yang lebih cepat, efisien, sekaligus mampu menekan biaya konstruksi secara signifikan.

Pembangunan gedung tersebut melibatkan sekitar 30 tenaga kerja selama satu minggu penuh. Waktu pengerjaan yang singkat dinilai mampu menghemat biaya tenaga kerja dibandingkan pembangunan rumah konvensional yang biasanya membutuhkan waktu berbulan-bulan.

Sumber: Kebumen24.com

Bagikan: